Kamu pernah impulsive buying ngga sih?

 


Setiap hari ada aja deh kena racun haul dari selebgram dan tangan ini ngga bisa berhenti buat checkout NOOO! impulsive buying got me...

👋Hai semuaaaa… How are you doing? Setelah beberapa pekan dari blog terakhir yang aku tulis tentang alternatif pengganti pembalut sekali pakai, kali ini aku mau bahas tentang impulsive buying.

Pernah ngga sih kalian dengar kata “impulsive buying”? Pasti beberapa dari kalian pernah nih denger kata tersebut. Memang artinya apa sih? Kok kayanya kata impulsive buying tuh sering disebut sama orang-orang?

Okey.. kalau kata Nessie Judge, without any further ado stop senyum-senyum cause shits about to go.. down.

First of all, impulsive buying atau yang dapat diartikan secara sederhana yaitu pembelian yang dilakukan tanpa rencana. Tindakan ini biasanya dilakukan oleh mereka yang secara ngga sengaja melihat suatu barang dan membeli barang tersebut walaupun tidak terlalu penting bagi mereka.

Pemicu utama terjadinya impulsive buying ini didasari oleh keinginan memenuhi kepuasan diri atau keinginan seseorang yang cenderung menggunakan emosi dibanding logika untuk melakukannya.

Sebatas kalian lihat pulpen yang menurut kalian lucu atau unik aja dan akhirnya kalian beli, walaupun pulpen kalian di rumah udah banyak, nah ini yang namanya impulsive buying. Kira-kira sama aja kayak pemborosan ya..

Kalian pasti pernah deh ngelakuin impulsive buying ini, hayoo ngaku!😏

Berada di waktu dan lingkungan yang serba cepet dan serba bisa, bikin kita mudah banget untuk cepet dapet informasi berbagai macam produk dan bisa buat kita langsung belanja dengan mudah secara online.

Terlebih kita sering lihat banyak influencer atau selebgram yang share racun, eh maksudnya racun belanjaan ya hihi, kaya racuntiktok / racunshopee / haulshopee atau lainnya yang bahkan barang-barang yang dishare ini ngga terlalu penting buat kita.

Biasanya impulsive buying akan diakhiri dengan perasaan menyesal, kadang terjadi pas banget setelah barangnya dateng atau pas lagi unboxing ceunahh kaya "ih ngapain ya aku beli ini?" "mau diapain ya ini?" dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Dan ini ada beberapa contoh yang aku ambil dari tweets temen-temen yang sudah dan remind their self dari kegiatan impulsive buying mereka di bawah ini.

regreting impulsive buying
Kayanya ini memang harus jadi self reminder juga buat aku dan kalian semua, yakaan, karna kekhilafan ini amat sering terjadi. 
Tapi jangan salah ya, temen-temen, impulsive buying tuh juga punya respon positif loh dari para pelaku (loh kok jadi kayak kasus) hihi salah satu contohnya kaya gini nih.


Contoh dari kakak yang satu ini, dia merasa melakukan impulsive buying dengan beli kamera. Tapi yang bisa kita liat di sini kakaknya punya keinginan lain untuk belajar photography. Waah keren yaa..

Reminder banget nih buat kita semua yang masih sering khilaf beli-beli barang yang !tidak penting! dan hanya karna gemes sama barangnya, stop! kamu ngga akan kuat buat ngga beli huhuhu emang susah ya kadang buat ngontrol tapi memang harus tetep dibatesin ya, temen-temen.

Menurut kalian gimana nih tentang topik ini? Setelah baca ini, kalian bakal sadar dulu atau ngga nih sebelum ngelakuin impulsive buying atau bakal pura-pura ngga sadar? hihihi apapun itu.. Selama ngga berlebihan dan bisa memilih prioritas nggapapa kok guys! Karna sesungguhnya impulsive buying itu adalah hal yang wajar walaupun suka khilaf🙈

Selamat memilah dan memilih sebelum checkout😋


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer