Alternatif Pengganti Pembalut Sekali Pakai

Alternatif pengganti pembalut sekali pakai

Kenapa sih 2 tahun terakhir ini banyak campaign yang concern dalam penggunaan alternatif pengganti pembalut sekali pakai?

👋Hai semuaaa... Anan kali ini mau bahas mengenai pengalaman pribadi dalam menggunakan salah satu alternatif pengganti pembalut sekali pakai. Kenapa sih alternatif ini hadir?

Sebagai seorang yang concern terhadap pencemaran lingkungan, khususnya sampah, aku sangat amat sebisa mungkin mengurangi penggunaan sampah pribadi karena prinsipku "kalau ngga mulai dari aku, siapa lagi?".

Plastik sampah, menjadi masalah besar yang dihadapi Indonesia. Menjadi penyumbang sampah kedua setelah Tiongkok, Indonesia sedang berusaha mengurangi sampah dengan target 70% pada tahun 2025. 

Penggunaan pembalut sekali pakai menjadi salah satu penyumbang sampah plastik global. Bisa kita bayangkan saat wanita setiap bulan mengalami siklus menstruasi, banyaknya sampah pembalut sekali pakai yang digunakan jika dibuang secara sembarangan akan menjadi polusi plastik. Hal ini sangat tidak kita inginkan, bukan?

Oke, kembali lagi ke alternatif yang aku sebutin diawal. Seperti yang kita tahu, akhir-akhir ini banyak aktivis, influencer ataupun teman-teman di sekitar kita yang kasih info tentang penggunaan alternatif-alternatif tersebut. Salah satunya yang lagi hype kali ini yaitu menstrual cup. Bentuknya yang seperti lonceng/bell dan bahan silikonnya yang fleksibel, dapat terpasang dengan pas sesuai bentuk vagina wanita.

penggunaan menstrual cup
                                  Gambar 1. Menstrual cup

Selain menstrual cup, alternatif lainnya yaitu ada menstrual pad (pembalut kain) dan tampon. Kedua alternatif ini juga banyak, loh, yang pakai dan bahkan sudah banyak produk lokal di Indonesia. Nah bentuknya seperti ini: 

Tampon dan pembalut kain atau menstrual pad

                                  Gambar 2. Pembalut kain (kiri) dan tampon (kanan)

Menstrual pad, menstrual cup dan tampon ini sifatnya reusable dan sustainable, so.. bisa dipakai cukup lama dan bahkan bisa bertahun-tahun. Walaupun ketiga alternatif ini harganya cukup pricey, tapi kalau dihitung-hitung lebih hemat daripada pembalut sekali pakai, loh, hitung sendiri ya😝

Dari pengalaman aku, selama aku riset dan cari alternatif mana yang cocok untukku, akhirnya aku memilih menggunakan menstrual pad dari Yuspin dan ini sudah masuk bulan ke-4 aku pakai menstrual pad yeaay! (honest review ya ini). Rasanya nyesel banget baru mulai pakai empat bulan terakhir ini, akibat riset dan pertimbangan yang lamaaaa hehehe.

Alasan utama aku memilih menstrual pad karna aku masih ragu untuk pakai menstrual cup ataupun tampon. Sebetulnya karena kelihatan sulit aja, sih, walaupun banyak yang bilang cara pakainya mudah, tapi itu semua kembali ke pribadi masing-masing ya, mana yang nyaman dan efisien dipakai.

Nah, setelah selesai pembahasan ini, menurut kalian gimana sih hadirnya ketiga alternatif di atas? Apakah hanya membantu dalam pengurangan sampah plastik atau ada keuntungan lainnya yang bisa didapat? Dan dari ketiganya mana nih yang cocok buat kalian?


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer